ImageSeperti yang sedang ramai dibincangkan akhir-akhir ini di kalangan masyarakat ekonomi adalah rencana akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri. Sebenarnya apa itu akuisisi?kenapa suatu lembaga keuangan harus diakuisisi?dan kenapa Bank BTN yang sehat dan pengemban amanat UUD ini harus diakuisisi?

Akuisisi sangatlah berbeda dengan merger, akuisisi adalah pengambil-alihan (take over) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut dan perusahaan yang dibeli tersebut tetap ada (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Sementara itu merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang melakukan merger  mengambil alih semua asset dan liabilities perusahaan yang di­-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima jumlah uang tunai atau saham dari perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Menurut Surtojo (1992) dalam Payamta dan Setiawan (2004) menggolongkan suatu perusahaan melakukan akuisisi dengan motivasi ekonomi dan motivasi non ekonomi :

  1. Motivasi Ekonomi

Perusahaan target mempunyai keunggulan kompetitif yang diharapkan akan menjadi sinergi setelah penggabungan. Dalam jangka panjang sinergi tersebut akan mampu meningkatkan volume penjualan dan keuntungan perusahaan.

  1. Motivasi Non Ekonomi

Misalnya, karena perusahaan sudah lemah secara modal dan keterampilan manajemen dan atau misalnya keinginan menjadi kelompok terbesar di dunia.

Kedua motivasi tersebut diatas menurut saya sepertinya memang ada di benak Bank Mandiri sebagai bank yang ingin memiliki sekitar 60% saham Bank BTN dari saham Dwi Warna milik pemerintah ini. Bank BTN adalah Bank yang mempunyai keunggulan kompetitif diantara ratusan bank-bank yang ada di Indonesia. Bank ini adalah bank pelopor dan penyedia KPR bagi jutaan masyarakat Indonesia. Istilah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sendiri berasal dari bank ini dimana kini semua masyarakat menggunakan istilah ini untuk menyebut metode pembelian rumah mereka walaupun bank penyedianya bukan BTN. Bank ini menjadi penting dan menarik karena bank ini mengemban amanah UUD 1945 pasal 28H yaitu hak warga negara untuk bertempat tinggal, UU No. 39/1999 pasal 40 tentang HAM, dan UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman pasal 5 juga memerintahkan negara untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Bukti pelaksanaan amanah ini adalah bagaimana konsistensi bank BTN menyediakan rumah-rumah murah bersubsidi (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR) dengan nilai penyaluran oleh Bank BTN lebih dari 90%.

Lalu, apabila Bank BTN akan diakuisisi menjadi bagian dari anak perusahaan Bank Mandiri maka  dimanakah peran sentral negara sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia?bukankah ketika akuisisi dilakukan Bank BTN bukan lagi menjadi Bank BUMN?bukankah tujuan didirikannya BUMN menurut UU No. 15 Tahun 2003 pasal 2 adalah menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang bermutu tinggi bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak?maka pada saat yang sama pemerintah atau negara akan menyerahkan penyediaan fasilitas KPR nya melalui bank swasta sehingga roh negara dalam memenuhi hajat masyarakat memiliki rumah ini hambar. Apabila ditelisik lagi, saat ini  masyarakat bangsa Indonesia yang masih belum dapat memiliki rumah masih cukup besar yaitu sekitar 13 juta jiwa dengan 4 juta diantaranya masih tinggal di rumah yang tidak layak (Waspada Online, “13 Juta Rakyat RI Tanpa Rumah, 19 April 2012). Data BPS pada September 2013 juga menunjukan bahwa masyarakat miskin di Indonesia jumlahnya masih cukup besar sekitar 28,55 juta orang dan merekalah orang-orang yang harus terfasilitasi kepemilikan rumahnya melalui badan-badan usaha milik negara sesuai yang diamanahkan pula oleh Pasal 33 UUD 1945 dimana dinyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Bank BTN yang sangat sehat ini dimana ditunjukan dengan kenaikan pertumbuhan laba yang terus naik dari tahun ke tahun, di tahun 2013 kenaikan pertumbuhan laba cukup membanggakan yaitu sebesar 14% dengan laba bersih secara nilai adalah Rp 1,56 triliun dicapai disaat perekonomian Indonesia sendiri serta perekonomian global masih menunjukan goncangan ekonomi. Aset perusahaan yang berdiri pada 9 Februari 1950 ini pun cukup besar sebesar Rp 131,17 triliun atau naik sebesar 17,38% pada tahun 2013, begitupula pertumbuhan kredit yang membanggakan sebesar 23,41% dan masih diatas rata-rata industri perbankan.

Atas fakta-fakta BTN sebagai perusahaan yang sangat sehat ini tidak heran apabila perusahaan ini ingin dipinang oleh bank-bank lain untuk diajak bergabung. Seperti teori diatas pada point motivasi non ekonomi saya yakin perusahaan ini akan membantu Bank Mandiri untuk meningkatkan aset perusahaan Bank Mandiri secara drastis yang konon katanya dalam impian Dahlan Iskan seperti yang saya baca pada media masa ingin menjadikan Bank Mandiri sebagai bank yang berasal dari Indonesia yang mampu bersaing di ASEAN dan berpotensi untuk beraset terbesar di ASEAN. Namun apakah perlu Bank yang sehat seperti ini dan mempunyai core business tersendiri ini serta mendapatkan amanah dari UUD 1945 harus di akuisisi?apakah tidak bisa perusahaan ini dibiarkan untuk tumbuh sendiri dan berdiri dikaki sendiri sebagai Bank BUMN pelayan masyarakat dan penyedia KPR untuk MBR karena antara Bank Mandiri dan BTN sendiri memiliki fokus bisnis yang berbeda dimana Bank Mandiri menurut saya fokus bisnis mereka adalah komersial dan corporate sementara itu bank BTN adalah ritel untuk masyarakat menengah kebawah.

Sementara itu, menanggapi pendapat Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait kurang mampunya Bank BTN menyediakan fasilitas perumahan dalam jumlah besar, apakah solusinya hanya dengan cara akuisisi sehingga BTN bisa menyediakan fasilitas perumahan secara luas?apakah orang sekaliber Dahlan Iskan tidak memiliki cara dan inovasi untuk mengembangkan lebih lagi perusahaan ini?bukankah saat ini yang bisa dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah seharusnya bangga karena BTN perusahaan BUMN ini dapat tumbuh baik dan positif memberikan konstribusi bagi bangsa dan negara dibandingkan perusahaan-perusahaan BUMN lain yang saat ini hidup segan mati pun tak mau?

Demikian terima kasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s