Salah satu perjalanan saya di Amerika yang cukup berkesan adalah ketika mengunjungi Amish Country. Amish Country dapat ditempuh dengan waktu 2 jam dari Kota Columbus yaitu ibukota negara bagian Ohio atau sekitar satu jam dari Kota Metropolitan terbesar di Ohio yaitu Cleveland. Suku Amish sebenarnya tersebar di 23 negara bagian di Amerika dengan pusat di Lancaster, Pennsylvania dan konon katanya Suku Amish di Ohio juga merupakan bagian terbesarnya. Didalam sejarah diterangkan bahwa Suku Amish adalah pengikut ajaran anabaptis. Mereka para pengikut Jacob Amman salah seorang pendiri aliran agama protestan di Jerman dan Swiss, suku ini tiba di Pennsylvania Amerika Serikat pada tahun 1730 M, dan mulai membangun perkampungan mereka  di Lancester.

Suku Amish tidak mengenal atau lebih tepatnya membatasi dirinya dari dunia luar seperti teknologi dan barang-barang modern dengan tetap mempertahankan budaya kehidupan alami mereka secara utuh. Hal ini dapat kita lihat dari alat transportasi, mata pencaharian, sumber energy, maupun makanan pokok mereka.

Sabtu pagi, 8 Mei 2010 setelah menginap di Cleveland selama 1 malam setelah sebelumnya mengikuti city tour di downtown Kota Cleveland, mengunjungi Lake Erie, dan nonton Baseball di Indian Progressive Field, kita menuju ke sebuah daerah di Holmes Country untuk menikmati pesona Amerika di abad 18an. Disepanjang perjalanan menuju daerah ini kita disajikan pemandangan alam yang luar biasa indah dengan ladang pertanian dan hutan yang lebat dan pemukiman penduduk yang asri nan menawan disisi kanan kiri jalan. Daerah disekitar Suku Amish ini juga disebut-sebut sebagai Switzerland-nya Amerika karena daerah ini mirip sekali dengan negeri Swiss itu. Banyak baliho toko-toko disini menggunakan bahasa Jerman. Tak jarang pula disepanjang perjalanan menuju Amish Country kita menemukan “Buggy” semacam kereta kuda (andong) yang digunakan oleh Suku Amish untuk bepergian dari satu tempat ketempat lainnya. Para penumpang “buggy” ini berpakaian tradisional ala Amish. Kaum wanita bergaun kombinasi biru dan hitam pekat, berkerut di pinggang, memanjang hingga mata kaki, dengan sepatu hitam. Lehernya tertutup, lengan baju menjulur hingga pergelangan. Topi kain berwarna putih menutupi tengah kepala ke belakang, ditalikan di bawah sanggul. Sedangkan kaum pria nya bertopi hitam panjang tanpa kumis namun berjenggot panjang dengan celana panjang dan jas hitam. Seakan-akan dalam sekejap kita sudah mulai terbawa ke suasana abad 18 silam ^^.

Tepat tengah hari kita sudah sampai di Amish Country, suhu udara dingin dan langit mendung menyambut kita disini. Mungkin temperatur udara kali itu sekitar 10 derajat celcius dan nampaknya saya salah berpakaian😛 karena menggunakan celana pendek hehehe. Terlihat hamparan ladang pertanian yang luas dan hijau, wow indahnya! Begitu turun dari Bus “Lake Front Lines”, kita langsung masuk ke areal museum Amish Country, dengan sebelumnya membayar tiket masuk terlebih dahulu tentunya di loket yang terletak disebuah souvenir market di sekitar pintu utama Amish Country. Begitu masuk didalam minimarket tersebut terdapat 3 orang sedang duduk mendinginkan badan nampaknya. Dalam hati apakah ini orang Amish? Karena 1 dari 3 orang tersebut berpakaian seperti cirri-ciri orang Amish yang saya ceritakan diatas. Hmmm, betul rupanya mereka adalah orang Amish (lebih tepatnya keturunan Amish, karena gaya berpakian mereka lebih modern daripada orang Amish lain yang saya temukan didalam). Seorang wanita tua yang mungkin berusia lebih dari 75 tahun (saya lupa namanya) menjadi pemandu kita disana. Kemudian sebagai pertanda kedatangan kami, wanita tua ini membunyikan lonceng didepan museum dan rumah orang Amish tersebut.

Hal pertama yang wanita tua itu sampaikan adalah sejarah Suku Amish dari masa kedatangannya ke Amerika, paham atau keyakinan kaum Amish, dan berbagai hal tentang kaum Amish termasuk menginformasikan larangan mengambil gambar masyarakat asli Amish. Setelah itu dia membawa kami masuk kedalam salah satu rumah orang Amish, memperlihatkan peralatan memasak, mencuci, dan menjahit yang mereka gunakan. Sebagian peralatan yang mereka punyai seperti alat mencuci, dan memasak masih banyak saya temui di rumah-rumah orang Indonesia di Jawa.

Kita juga diijinkan untuk memasuki kamar dan dapur suku Amish. Banyak pakaian-pakaian khas orang Amish yang saya temukan didalam. Pakaian-pakaian tersebut sangat imut karena seperti pakaian-pakaian yang dipakai didalam film-film kartun barat. Hehe. Maenan anak-anak Amish berserakan disekitar kamar anak Suku Amish. Anak perempuan seperti anak-anak perempuan lainnya menyimpan boneka sebagai mainan mereka, namun boneka mereka agak menyeramkan karena tanpa adanya mata, hidung, dan mulut. Sedangkan anak laki-lakinya menyimpan kuda-kudaan dan rumah-rumahan sebagai sarana mainan mereka.

Setelah mengeksplorasi seluruh isi rumah Suku Amish, saya beserta teman-teman delegasi Indonesia, Jepang, dan beberapa American Friend  menuju dapur kembali disana kita dipersilakan untuk mencicipi roti yang mereka buat secara tradisional. Satu roti diberi label harga skitar 1 USD. Tadinya saya kira rotinya tidak enak, ehhh ternyata beberapa jenis roti yang saya makan sangat enak dan sangat nyaman untuk mulut Indonesia hehehe. Setelah keluar dari dapur, selesai sudah tugas dari nenek tua pemandu wisata kami, kami dipersilakan untuk menuju ladang pertanian Suku Amish, termasuk melihat hewan-hewan peliharaan Suku Amish. Dan yang paling menarik kami nanti akan diajak untuk keliling sekitar kawasan Amish dengan “buggy” J. Bagi saya naik andong atau buggy biasa saja, namun yang luar biasa adalah naik buggy sembari menikmati hamparan ladang rumput hijau yang indah dan kondisi yang mirip Switzerland itu hehehe.

Bersambung (To be continued……..)

Comments
  1. siskawu says:

    hi saya berencana akan ke Cleveland dalam waktu dekat ini. bisa tolong dishare mas, berapa biaya utk jalan2 ke amish country, apakah ada kendaraan umum yg bisa dipergunakan dari cleveland ke amish country tsb? pls advise. thanks

    siska

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s