Dalam artikel sebelumnya saya sudah sampai di Washington Dulles International Airport sekitar pukul 15.30 EST (Eastern Standard Time). Singkatnya, setelah menunggu sekitar 6 jam, pada pukul 22.00 rombongan kami dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat yang akan membawa kami ke Kota Columbus, negara bagian Ohio. Pesawat yang akan membawa kami ke Kota Columbus adalah tipe pesawat sangat kecil yaitu Embraer 170, kapasitas dari pesawat ini maksimal hanya 70 penumpang. Berbeda dengan Boeing yang asli buatan negeri Paman Sam dan Airbus yang mahakarya negara Perancis, pesawat bermerk Embraer ini adalah pesawat buatan Brazil. Formasi tempat duduk pesawat yang kami tumpangi ini pun unik yaitu 2-2, bahkan ketika kami pulang kami menggunakan pesawat yang tempat duduknya 2-1 (Embraer 145). Sejauh pengetahuan saya kebanyakan pesawat komersial di Indonesia adalah tipe seperti Airbus 320 atau Boeing 737 yang berformasi 3-3. Tapi memang berdasarkan informasi yang saya baca untuk penerbangan jarak pendek di Amerika, kebanyakan maskapai Paman Sam ini menggunakan jenis pesawat kecil seperti Embraer itu. Mungkin untuk alasan efisiensi dan tercapainya target 100% kursi penuh.

Sebagai pendahuluan saya akan menceritakan sedikit tentang negara bagian ini. Negara bagian Ohio terletak disebelah timur laut Amerika. Sebelah utara negara bagian ini berbatasan langsung dengan Kanada (hanya dipisahkan oleh Lake Erie), sebelah timur berbatasan dengan negara bagian Pennsylvania, sebelah tenggara Ohio berbatasan dengan negara bagian West Virginia, dan sebelah selatan dari negara bagian ini berbatasan dengan negara bagian Kentucky serta negara bagian Indiana disebelah barat. Negara bagian Ohio sering di juluki sebagai Birthplace of Aviation karena memang pesawat terbang pertama dilahirkan di negara bagian ini, selain itu juga disebut The Buckeye State: The Mother of Presidents. Columbus adalah ibukota serta kota terbesar di negara bagian Ohio, dan kota metropolitan terbesar ketiga setelah Cleveland dan Cincinnati. Nama kota berpenduduk 711.740 jiwa ini (Sensus 2000) diambil dari nama penjelajah yang namanya sudah mendunia yaitu Christoper Columbus.

Jenis pesawat Embraer 170 seperti ini yang saya naiki ketika menuju Columbus, Ohio

Kembali ke pesawat UA7675 yang akan membawa kami ke Columbus. Tipe pesawat ini hanya mempunyai satu kelas saja yaitu ekonomi dan pesawat ini juga tidak mempunyai kompartmen bagasi dibagian atas tempat duduk penumpang. Sehingga apabila kita membawa backpack yang lumayan besar backpack tersebut terpaksa harus diselundupkan dibawah tempat duduk. Setelah memasuki pesawat, saya duduk di kursi sebelah kanan bagian belakang pinggir jendela bersama Fauzan (teman saya dari ITS Surabaya). Walaupun pesawatnya imut dan mungil, namun tempat duduknya tidak seimut dan semungil yang dibayangkan. Setelah penumpang masuk kedalam pesawat dan pramugari menutup pintu pesawat, tak lama berselang pesawatpun lepas landas meninggalkan Kota Washington D.C. menuju Columbus. Tatanan lampu-lampu kota yang dihuni oleh orang nomer 1 di Amerika Serikat ini pun sangat indah. Didalam pesawat kita tidak mendapatkan makanan, kalau tidak salah kita hanya ditawarkan untuk minum kopi karena memang penerbangan ini sendiri tidak lama yaitu hanya sekitar 50 menit saja. Pada saat pesawat mulai mengangkasa, seluruh lampu yang ada didalam pesawat ini dimatika, bener-bener didalam pesawat kita gelap-gelapan. Dan ini merupakan pengalaman baru bagi saya, gelap-gelapan didalam pesawat hehehe.

Ketika sudah mendekati Kota Columbus untuk mendarat, pilot memberikan beberapa informasi dan instruksi. Seketika itupun saya terbangun dari tidur pendek saya. Saya melongok ke jendela dan mendapati pemandangan yang sangat indah, pemandangan downtown Kota Columbus yang terlihat jelas dimalam hari dengan hiasan lampu-lampu dan gedung pencakar langitnya yang menawan hati. Sekitar jam 11.15 kita sudah mendarat dengan sangat mulus di Port Columbus International Airport. Begitu pesawat mendarat apa yang saya pikirkan, yang ada didalam benak saya kala itu adalah “perjuangan baru saja dimulai”. Ya benar, karena selama dua bulan nanti di Ohio ini saya harus menunjukan bahwa saya memang pantas mendapatkan beasiswa ini dan harus belajar serta bekerja giat dan maksimal untuk memberikan kontribusi yang maksimal pula.

Setelah turun dari pesawat, kami langsung menuju ke tempat pengambilan bagasi (baggage claim). Didalam perjalanan menuju tempat pengambilan bagasi itu kami ternyata sudah dijemput oleh dua perwakilan IIE (The Institute of International Education, lembaga yang mengorganisir beasiswa IELSP) dan dua orang perwakilan juga dari Kampus Ohio University. Mereka adalah Chris Casuccio dan Alexis (IIE) serta Emily Grantham dan Daniel Johnson (Ohio University). Mereka masih sangat muda dan mereka sangat hangat dan ramah. Begitu kita bertemu mereka, mereka menyalami dan memperkenalkan diri mereka sambil mengajak sedikit smalltalk setiap kita. Setelah itu kita bersama-sama menuju ke tempat pengambilan bagasi. Disana, mereka membantu membawa bagasi-bagasi kita. Mereka tidak tanggung-tanggung menawarkan kepada kami untuk membawakan bagasi kita. Saran saya kalau mereka menawarkan untuk membawakan bagasi, kita berikan saja bagasinya kepada mereka. Tidak ada salahnya kok, karena berdasarkan pengamatan saya apabila kita menolaknya untuk tetap membawa sendiri, mereka nampak tidak dihargai dan merasa tidak enak juga karena tidak dapat membantu. Itu menurut saya. He.

Didalam Bus di Bandara Port Columbus ketika akan menuju Kampus Ohio University di Athens County

Diluar bandara, kita sudah di jemput oleh Bus yang akan membawa kami ke hotel disekitar kampus baru kami Ohio University. Sepanjang perjalanan dari Bandara menuju Kampus OU kita banyak canda tawa dan bertanya kepada teman-teman dari IIE dan perwakilan kampus ini. Walaupun saat itu saya masih malu-malu dan belum begitu pede menggunakan bahasa inggris takut salah lah takut dia gak ngerti lah. Hehehe. Ditengah perjalanan saya melihat ada mobil yang sedang dihentikan oleh pihak kepolisian, kala itu saya membahasnya dengan Daniel, karena saya sering nonton di tv kejadian-kejadian seperti itu semacam kejar-kejaran polisi di jalan bebas hambatan di AS.

Perjalanan kita menuju kampus yang terletak di Athens County dihabiskan dalam waktu 1,5 jam. Sebelum sampai di hotel tempat kami menginap (masih di Jalan Tol), kami disuruh melihat ke luar jendela yang berada disebelah kanan saya. Itu adalah pintu gerbang kampus OU yang dihiasi dan disoroti lampu tembak agar dapat terbaca dari kejauahan. Lima menit kemudian bus ini berhenti dan sampailah kami dihotel Ohio University Inn untuk bermalam selama satu hari. Hotel ini sangat exclusive dan dengan pelayanan istimewa. Saya satu kamar dengan Fauzan lagi disini. Kemudian Bunda berkeliling apakah semua sudah dapat kamar dan masuk ke kamar sambil menitipkan bagasi Bunda dikamar saya. Bunda meminta kami untuk tidur dan istirahat. Tiga puluh menit kemudian Bunda menelpon kamar saya meminta saya memberitahu teman-teman yang lain bahwa kalau kita mau minum disuruh ambil langsung dari kran air disitu ada dingin dan hangat katanya, hehehe. Dan beliau juga meminta saya mengantarkan bagasinya ke kamarnya dengan iming-iming imbalan pizza ahahaha. Bunda ada-ada saja. Ckckkckck. Dari waktu kami sampai yaitu sekitar jam 1.30 pm saya dan Fauzan tidak tidur hingga pukul 05.00. Saya sibukkan diri saya dengan online. Hehe. Narsis dah pokoknya!

Kondisi diluar Ohio University Inn

Setelah pukul 05.00 kami tidur pules (walaupun waktu tidurnya kurang). Pukul 08.00 pagi saya dibangunkan alarm hp saya, saat itu kami harus kumpul jam 10.00 sehingga karena pertemuan pertama saya tidak mau terlambat datang, sehingga di jam tersebut saya sudah tidak bisa tidur. Sekitar pukul 09.00 pagi lebih saya keluar hotel bersama teman-teman saya untuk foto-foto diluar hotel sebelum pertemuan dengan pihak kampus. Baru setelah pukul 10.00 tepat kita diajak berkumpul dengan pihak kampus dan makan pagi dengan menu yang 85% baru bagi saya dan belum begitu paham mana menu yang buat appetizer, main course, dan mana juga makanan yang harus saya jadikan dessert. Namun, setelah dihitung, mahasiswa Indonesia yang ada disitu kok cuman 18 orang, mana yang dua??Eh ternyata eh dua mahasiswa lainnya masih tidur hehehe. Waduhhh, hari pertama kok bisa terlambat sih. Hehehe. Kecapaian kali yah. Setelah acara makan pagi, kami disini mendapatkan pemaparan dalam bentuk diskusi bagaimana pembagian kamar di asrama, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di asrama, dll.

Easter Brunch bersama perwakilan OPIE Ohio University dan IIE di Ohio University Inn

pukul 1 siang kami check out untuk membawa bagasi-bagasi kami ke asrama. Saya diantar oleh Daniel menuju asrama tempat tinggal kami yaitu di Sargent Hall bersama dengan Ari dan Agung dengan kamar yang berbeda-beda. Agung satu kamar dengan Chris seorang mahasiswa AS dilantai satu sayap kiri kamar nomer 2. Saya sendiri satu kamar dengan mahasiswa dari AS di sayap kiri asrama nomer 37, namun mahasiswa tersebut yang saya dengar dari Resident Advisor (yang bertanggung jawab terhadap asrama saya) sudah tidak mendiami kamar tersebut, bisa dimungkinkan sedang cuti ataupun sudah pindah di quarter sebelumnya karena ruangan sudah bersih dan rapi. Sedangkan Ari, tinggal sendirian (yang kemudian menjadi teman sekamar saya). Jarak antara asrama satu mahasiswa dan satu mahasiswa Indonesia lainnya saling berjauhan. Namun kami masih bisa saling contact dengan jejaring sosial seperti Facebook, YahooGroups, dan Skype. Sehingga setiap kami ada acara kami dapat saling bertukar informasi.

Demikian keseluruhan kisah perjalanan saya menuju Amerika Serikat yang saya rangkum dalam “Menuju Negeri Paman Sam Part 1 – Part IV”. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pembaca semuanya yang telah meluangkan waktu untuk membaca artikel-artikel ini. Disini saya juga ingin meminta permohonan maaf dari pembaca sekalian apabila dalam penulisannya terdapat kata-kata yang tidak berkenan ataupun bernada sombong dan takabur. Tiada maksud sedikitpun disini saya menulis kisah perjalanan saya ke Amerika Serikat untuk menyombongkan diri, show off, atau apapun itu. Yang jelas saya sangat berharap semoga artikel-artikel yang saya tulis ini dapat bermanfaat dan memotivasi bagi orang lain dan atau setidaknya bagi diri saya sendiri. Terima kasih dan Wassalamu’alaikum.

Comments
  1. Iin says:

    its nice..🙂

  2. Annisa says:

    OMG,,, its an amazing story.. awalnya aku penasaran kalo ke luar negeri itu transit di bandara mana aja. Kebetulan lagi searching ‘Dari indonesia ke Canada transit dimana ?’ ehh malah ketemu blog kamu. Yaudah aku baca2 aja… What a nice journey.. Entah kenapa bangga aja ketika banyak mahasiswa indonesia yg dapet beasiswa ke luar negeri.. Salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s