“Nothing To Worry. Welcome To The US, Sir!!” (Menuju Negeri Paman Sam Part III)

Posted: April 24, 2011 in Traveling
Tags: , , , , ,

Petikan diatas adalah kata-kata terakhir yang dilontarkan oleh petugas imigrasi CBP (Customs and Border Protection) Bandara Internasional Washington Dulles (IAD) ketika saya agak sedikit kebingungan kenapa halaman belakang formulir I-94 saya di tulis huruf “B” besar-besar dengan spidol berwarna biru. Ya benar, saat ini saya sudah berada di Amerika Serikat tepatnya baru saja mendarat di Bandara Internasional Washington Dulles. Perjalanan dengan United Airlines nomer penerbangan UA804 akhirnya berakhir sudah setelah pesawat ini menempuh perjalanan tidak kurang dari 16 jam non stop.

Sorak soray teman-teman “kita sudah sampe di Amerika, Amerika!!!” ketika pesawat ini baru menyentuh landasan pacu Washington Dulles International Airport membuat saya tersenyum lebar. Saya memang mempunyai mimpi untuk dapat mengunjungi beberapa negara yang saya citakan, termasuk didalamnya adalah Amerika Serikat. Namun, saat itu seolah-olah saya belum percaya bahwa negara yang saya kunjungi sekarang adalah benar-benar Amerika. Terbesit dipikiranpun tidak saya akan secepat ini mengunjungi Amerika Serikat. Puji syukur kepada Alloh SWT atas kesempatan yang diberikan ini.

Setelah melakukan pendaratan dengan mulus, pesawat mulai taxi untuk menuju gate kedatangan. Sepanjang taxi way saya sempatkan melongok kondisi diluar bandara dari kaca jendela. Ternyata bandara ini sebagian sedang dalam proses renovasi, itu nampak dari truk-truk besar dan alat berat yang ada disekitar bandara ini. Setelah pesawat berhenti kita bersama-sama keluar dari pesawat untuk menuju pintu imigrasi. Ya inilah, point of entry kita di Amerika Serikat. Berdasarkan pengamatan saya, dari gate kedatangan pesawat menuju aula imigrasi kita akan menelusuri gang kecil berliku (nampaknya lebih kecil daripada gate kedatangan di Soekarno-Hatta/CGK). Sebelum masuk aula imigrasi, teman-teman juga menyempatkan diri untuk ke restroom sekedar memastikan tidak akan ke restroom saat antri di imigrasi (hehehe). Di areal sekitar restroom ini juga terdapat meja yang menyediakan formulir I-94 dan formulir Custom Declaration yang dapat dimanfaatkan para pelancong yang belum mendapatkan ataupun mengisi formulir ini di pesawat.

Contoh I-94, salah satu dokumen yang wajib diisi oleh setiap warga negara asing yang akan memasuki wilayah kedaulatan AS

Setibanya kami di aula imigrasi, kami dihadapkan dengan antrian yang sangat panjang. Menurut pandangan mata, aula imigrasi ini nampaknya lebih besar tiga kali lipat dari pada aula imigrasi di Jakarta Soekarno-Hatta Airport dan dua kali lebih besar daripada aula imigrasi Terminal 1 Changi Airport Singapura. Kalau saya tidak salah hitung, disitu ada sekitar 20-24 counter imigrasi. Kalau tidak salah sekitar 10-15 counter sebelah kiri hanya diperuntukan bagi warga negara Amerika dan sisanya diperuntukan bagi warga negara asing yang akan memasuki wilayah negara adi daya ini. Pada saat itu, saya antri dibagian paling depan diantara teman-teman kelompok dari Indonesia lainnya. Didepan saya adalah seorang ibu ber-ras India bersama anaknya dan beberapa baris dibelakang saya nampaknya orang-orang kulit putih dari Eropa.

Ditengah antrian panjang imigrasi ini, tiba-tiba salah satu petugas CBP menginstruksikan barisan saya dan teman-teman lainnya untuk maju ke counter imigrasi yang tadinya diperuntukan khusus bagi WN Amerika karena counter-counter tersebut telah kosong. Namun demikian, walaupun counter sedang kosong tanpa ada penumpang yang sedang mengurus keimigrasian dan posisi saya sudah stand by didepan counter tersebut, saya tidak berani untuk maju melewati garis batas yang ada dilantai sebelum mereka memberikan aba-aba kepada saya untuk maju. Mengerikan juga keliatannya kalo saya maju tanpa diaba-aba, karena petugas-petugas CBP tersebut dilengkapi dengan pistol, hehehe.

Setelah diberikan pertanda bahwa saya dipersilakan untuk maju, saya diterima oleh petugas CBP seorang warga Amerika berkulit gelap (African-American), yang menurut saya mukanya sangat mirip dengan bintang film Holywood siapa gitu lupa. Beliau langsung meminta paspor saya dan langsung membuka halaman visa Amerika Saya, beliau cek bolak balik halaman visa lalu kembali lagi mengecek halaman sampul paspor, dan dokumen DS2019. Setelah itu, beliau meminta saya untuk melihat kamera yang ada didepan mejanya untuk diambil foto. Oh iya, sepanjang waktu saya di meja imigrasi, sembari beliau mengecek keseluruhan dokumen yang saya punyai, beliau mengajukan beberapa pertanyaan ringan kepada saya. Diantaranya adalah kepentingan saya berkunjung ke AS?Lokasi transit sebelumnya?beliau juga menanyakan juga program beasiswa yang saya terima?dan dimanakah saya tinggal ketika saya sudah sampai di Ohio University?, dll. Yang jelas beliau sangat ramah.

Diakhir wawancara, beliau menuliskan symbol huruf “B” di I-94 saya sembari beliau mengatakan sambil tetap melanjutkan menulis “No, No Problem, Nothing to Worry, Welcome to the US”, kemudian sambil memelototi apa yang petugas ini lakukan saya bingung apa maksud symbol itu dan saya juga bingung apakah sebelumnya paspor saya sudah dicap. Namun tak lama berselang, beliau mengembalikan paspor dan dokumen yang menempel di paspor tersebut serta I-94 yang telah beliau beri symbol itu sambil mengatakan sekali lagi “Thank you very much, Welcome to the US”. Ketika itu, saya kira saya aman dan segala sesuatu berjalan dengan lancar alias apa yang saya takutkan selama ini saya akan mengalami Secondary Inspection yang saya khawatirkan sebelumnya tidak terjadi.

Beberapa saat setelah mendapatkan secondary inspection di Washington Dulles International Airport

Kemudian saya berjalan menuju areal baggage claim dengan penuh percaya diri. Saya juga sempat juga melambaikan tangan kepada teman-teman yang masih berada diantrian imigrasi. Sesampai di Baggage Claim ternyata koper-koper penumpang UA804 sudah tidak berputar-putar lagi di conveyer belt namun sudah diletakkan dilantai, setelah itu saya ambil dan menuju pintu keluar tanpa menunggu teman-teman yang lain. Karena memang apa yang telah disepakati bersama, kita (semua anggota rombongan) untuk berkumpul di pintu keluar transfer pesawat.

Sambil tetap berjalan dengan mengemudikan trolley bagasi yang berisi dua koper saya, saya berjalan menuju pintu keluar. Namun ditengah perjalanan ada pemeriksaan dari petugas CBP lagi, kali ini pemeriksaannya sekadar untuk mengecek formulir I-94. Tanpa ada wawancara, petugas tersebut kemudian tidak memperbolehkan saya keluar dan menuntun saya menuju ruangan “secondary inspection”.  Ketika itu jantung saya berdegup kencang, ada rasa takut, khawatir, dan nano nano dahhh. Tapi saya ingat pesan Bunda ketika kita di areal imigrasi sebelumnya, Bunda mengatakan bahwa “bagi kalian yang mendapatkan secondary inspection gak usah khawatir, gak usah takut. Bunda akan menunggu kalian sampai kalian selesai secondary inspection-nya, Bunda gak akan ninggalin kalian”. Hmm, membuat perasaan menjadi adem kata-kata Bunda ini. Sebagai informasi, sejauh yang saya tahu secondary inspection yaitu pemeriksaan kedua yang dilakukan oleh petugas CBP point of entry baik di dalam areal pelabuhan laut maupun Bandar udara dengan cara melakukan pemeriksaan lebih detail dan ketat dalam bentuk interview kepada orang-orang yang dianggap perlu untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, interview ini dilakukan di ruangan khusus tersendiri oleh petugas CBP.

Begitu sampai di ruangan secondary inspection, seorang petugas menginstruksikan kepada saya untuk menaruh paspor dan I-94 di mejanya. Ruangan ini seperti di klinik saja, hehe. Soalnya di ruangan ini ada semacam meja pendaftaran dan setelah mendaftar dan dipanggil kita disuruh masuk ke suatu ruangan untuk di interview berdua. Karena saya disuruh menunggu akhirnya saya duduk terlebih dahulu, eh ternyata disana sudah ada teman saya dari IPB yang mengalami hal yang sama. Setelah beberapa menit, giliran teman-teman yang lain datang untuk mengikuti prosesi secondary inspection ini.

Sekitar 15 menit berselang, teman saya dari IPB yang telah datang sebelumnya dipanggil untuk masuk ke suatu ruangan, lumayan lama saya liat dia didalam sana. Setelah itu giliran saya yang dipanggil masuk. Didalam sana saya diterima oleh seorang warga negara Amerika keturunan Mexico gitu dilihat dari ras kulitnya. Beliau tidak menanyakan apa-apa hanya mendiamkan saya kemudian keluar ruangan agak lama, masuk lagi dan mendiamkan saya lagi. Beberapa saat dia menerima telepon di kantornya. Tanpa ditanya apa-apa selain ditanya nama saja dan ditanya nanti ketika pulang ke Indonesia lewat bandara mana, setelah itu dicek kelengkapan dokumen. Setelah selesai petugas tersebut memberikan cap di paspor saya dan mengingatkan pada saya bahwa sesuai dengan prosedur pada saat saya akan meninggalkan Amerika nanti saya harus datang ke Kantor CBP kembali bukan di pintu imigrasi seperti biasa. Dan disitu saya dibekali, buku prosedur untuk itu. Setelah itu dia memberikan saya ijin untuk keluar ruangannya dan menunjukan lewat mana saya harus lewat untuk menuju areal penumpang transfer untuk memasukan bagasi kembali.

Mari kita tinggalkan secondary inspection ini. Sesaat setelah saya sampai di areal transfer, saya sudah ditunggu oleh Bunda dan teman-teman lainnya yang sudah lolos inspeksi imigrasi. Setelah semua terkumpul kita langsung menuju gate keberangkatan United Airlines yang akan membawa kita ke Colombus Ohio. Sekali lagi, jarak penerbangan saya sebelumnya (UA804) dengan penerbangan lanjutan (UA7675) masih sekitar 5 jam lagi.dan disini Bunda mempersilakan kembali kepada kita untuk mengexplorasi bandara ibukota Amerika Serikat ini.

Berfoto di gate D20 sembari menunggu penerbangan lanjutan ke Colombus Ohio

Mungkin karena kami merasa cape setelah hampir 24 jam naik pesawat, kami tidak terlalu banyak mengeksplore bandara ini. Kami lebih banyak istirahat di areal gate keberangkatan UA7675 ini. Sebagai catatan untuk diketahui, terminal keberangkatan ini nampak sudah berumur walaupun kondisinya memang masih bagus, bersih dan rapi. Akan tetapi desain dari terminal ini nampak lebih kuno bila dibandingkan terminal lainnya yang lebih baru dan berdesain futuristik dilengkapi dengan kereta bawah tanah penghubung antar terminal juga.

Dalam posting berikutnya akan saya ceritakan perjalanan saya dengan pesawat yang sangat kecil dari Bandara Washington Dulles Internasional Airport menuju Port Colombus International Airport di Ohio, bertemu dengan teman-teman baru yang akan menjadi partner dan keluarga selama 2 bulan kedepan, dan cerita unik lainnya di hari pertama di Ohio University. Ditunggu yah postingan berikutnya, dan semoga postingan artikel klai ini juga bermanfaat bagi anda.

Bersambung,


Comments are closed.